Satu hal yang begitu
aku nikmati dari hidup ini adalah ketika aku menghabiskan waktu dengan ngedengerin
kisah teman-teman yang sebagian besar dari mereka datang dari latar belakang
yang berbeda denganku. Bagi sebagian orang mungkin ini akan terasa sedikit
konyol, wasting time mungkin. Tapi bagi saya pribadi dengan ngedengerin
cerita-cerita orang justru akan ngebuat aku merasa hidup lebih lama. Why?
Aku selalu yakin bahwa Tuhan selalu punya rencana dalam setiap apa yang Dia berikan pada umatnya. Dan dari setiap pengalaman-pengalaman itulah aku dapati pelajaran hidup yang mungkin Tuhan ngga kasih ke aku secara langsung. Hidup itu singkat dan tidak mungkin kita dapat merasakan semua pengalaman hidup yang Tuhan berikan pada umatnya. Tapi Tuhan tidak pernah membatasi umatnya untuk belajar tentang semua pengalaman hidup itu dan itulah fungsinya berbagi. Saat berbagi itulah akan terasa bahwa hidup ini terlampau singkat jika hanya kita habiskan dengan terkotak pada lingkungan pijakan kaki kita.
Aku selalu yakin bahwa Tuhan selalu punya rencana dalam setiap apa yang Dia berikan pada umatnya. Dan dari setiap pengalaman-pengalaman itulah aku dapati pelajaran hidup yang mungkin Tuhan ngga kasih ke aku secara langsung. Hidup itu singkat dan tidak mungkin kita dapat merasakan semua pengalaman hidup yang Tuhan berikan pada umatnya. Tapi Tuhan tidak pernah membatasi umatnya untuk belajar tentang semua pengalaman hidup itu dan itulah fungsinya berbagi. Saat berbagi itulah akan terasa bahwa hidup ini terlampau singkat jika hanya kita habiskan dengan terkotak pada lingkungan pijakan kaki kita.
Dan hari ini mendadak
aku keinget sama Uda, mungkin karena 5 Juni kemaren bertepatan dengan hari
lingkungan hidup ‘moment yang ngebawa aku teringat akan sosoknya’. Dia anak
pecinta alam yang secara chasing ni
bocah keliatan urakan dan masa bodo. Tapi totally anaknya enakan kok, easy
going dan apa adanya. Kalo lagi ngobrol, dia akan banyak ngedongeng tentang
dunianya, dunia pecinta alam. Climbing, Caving, Rafting dan semua kisah menarik
lainya yang tidak terjamah olehku, aku dapati dari dia. Secara pribadi aku
ngeliat kegiatan pecinta alam mungkin tidak banyak berbicara mengenai masalah
‘isu-isu panas’ di negeri ini, berbeda dengan beberapa organisasi yang aku
kenal sebelumnya karena emang concern mereka bukan ke arah sana. Yaa.. setiap
organisasi itu punya tujuan masing-masing dan merekapun akan bergerak dengan
caranya masing-masing. Tapi satu hal yang menarik dari seorang Uda yang mungkin
merepresentasikan dari organisasi pecinta alamnya adalah tentang pikiranya yang
begitu sederhana namun bagi saya sangat solutif dan realistis. Jadi ceritanya
dia ngebuat wall climbing di halaman rumahnya dan itu bisa dinikmatin sama
anak-anak di lingkungan rumahnya semau mereka yang emang tertarik (asal ga
dilemparin pake lumpur aja :P ) dan Uda bakal ngajarin mereka tentang wall
climbing itu. Selain itu dia juga banyak masang foto-foto dia pas lagi ngelayab
sama tas carriernya, what the hell is it?
Mau pamer ceritanya?! Awalnya aku sendiri mikir konyol juga ni bocah
(kebayang kaya apa narsisnya tu foto-foto =.=’). Tapi ternyata itu emang cara
dia ngenalin dunia dia ke anak-anak di sekitar lingkungan rumahnya, bahwa
Indonesia itu luas dan sebuah kebanggaan tersendiri ketika kalian bisa
merasakan pesona Indonesia yang banyak tersembunyi di pelosok negeri ini dengan
pijakan kaki kalian sendiri. Beberapa dari kita mungkin mikir bahwa apa yang mereka
lakukan hanyalah sebuah hobby yang dapat mereka nikmati sendiri tanpa kasih
kontribusi apapun. Dan belakangan aku baru nyadar bahwa kecintaan mereka
terhadap lingkungan ngebuat mereka sangat concern terhadap masalah lingkungan
hidup dan itulah apa yang menjadi tujuan mereka, alasan dari keberadaan
mereka. Aku banyak ngedenger tentang
kegiatan konservasi lingkungan hidup yang mereka lakukan, satu hal yang mungkin
menjadi tidak penting bagi kita.
Kita begitu sibuk
dengan kepentingan kita masing-masing dan ngelupain apa yang menjadi pijakan
kaki kita saat ini ‘masa depan bumi’. Sayangnya, kita semakin tidak menyadari
kondisi ini. Mana pernah kita mikirin, pemborosan kantong kresek yang kita pake
tiap harinya bakal kasih efek ga baik ke bumi atau kita cuek aja dengan aliran-aliran
listrik yang kebuang percuma tiap harinya di rumah. Belom lagi masalah
pencemaran lingkungan. Apa yang dilakukan Uda itu bagi aku sederhana, elegan
tapi Solutif. Bisa jadi ini akan menjadi butterfly effect. Dia cintai dunianya
dan dia mencoba berbagi dengan anak-anak tentang dunianya, dia mengenalkan dan
lalu membuat mereka semua jatuh cinta pada dunianya. Aku rasa ini hal yang
positif karena jika seseorang sudah mencintai, aku yakin merekapun akan
melindungi apa yang mereka cintai itu. Sama seperti yang banyak dilakukan oleh
teman-teman pecinta alam saat ini. Konservasi lingkungan yang banyak dilakukan
oleh aktivis lingkungan dan pecinta alam adalah satu bukti nyata pergerakan
mereka, mereka melakukanya dari nurani mereka karena emang mereka cinta dan
peduli dengan masa depan bumi ini.
Uda mengingatkanku dengan kisah seorang anak
bernama Severn Suzuki yang pernah berhasil membungkam
sidang PBB.
Cerita ini berbicara mengenai seorang anak yg
bernama Severn Suzuki seorang anak yg pada usia 9 tahun telah mendirikan
Enviromental Children's Organization (ECO). ECO sendiri adalah Sebuah kelompok
kecil anak" yg mendedikasikan diri Untuk belajar dan mengajarkan pada
anak" lain mengenai masalah" lingkungan. Halo, nama Saya Severn Suzuki, berbicara mewakili
E.C.O - Enviromental Children Organization. Kami Adalah Kelompok dari kanada yg
terdiri dari anak" berusia 12 dan 13 tahun. Yang mencoba membuat Perbedaan:
Vanessa Suttie, Morga, Geister, Michelle Quiq dan saya sendiri. Kami menggalang
dana untuk bisa datang kesini sejauh 6000 mil. Untuk memberitahukan pada anda
sekalian orang dewasa bahwa anda harus mengubah cara anda, Hari ini Disini
juga. Saya tidak memiliki agenda tersembunyi. Saya menginginkan masa depan bagi
diri saya saja.
Kehilangan masa depan tidaklah sama seperti
kalah dalam pemilihan umum atau rugi dalam pasar saham. Saya berada disini
untuk berbicara bagi semua generasi yg akan datang. Saya berada disini mewakili
anak" yg kelaparan di seluruh dunia yang tangisannya tidak lagi terdengar.
Saya berada disini untuk berbicara bagi binatang" yang sekarat yang tidak
terhitung jumlahnya diseluruh planet ini karena kehilangan habitat nya. kami
tidak boleh tidak di dengar. Saya merasa takut untuk berada dibawah sinar
matahari karena berlubang nya lapisan OZON. Saya merasa takut untuk bernafas
karena saya tidak tahu ada bahan kimia apa yg dibawa oleh udara. Saya sering
memancing di di Vancouver bersama ayah saya hingga beberapa tahun yang lalu
kami menemukan bahwa ikan"nya penuh dengan kanker. Dan sekarang kami
mendengar bahwa binatang" dan tumbuhan satu persatu mengalami kepunahan
tiap harinya - hilang selamanya.
Dalam hidup saya, saya memiliki mimpi untuk
melihat kumpulan besar binatang" liar, hutan rimba dan hutan tropis yang
penuh dengan burung dan kupu". tetapi sekarang saya tidak tahu apakah
hal" tersebut bahkan masih ada untuk dilihat oleh anak saya nantinya.
Apakah anda sekalian harus khawatir terhadap masalah" kecil ini ketika
anda sekalian masih berusia sama serperti saya sekarang? Semua ini terjadi di
hadapan kita dan walaupun begitu kita masih tetap bersikap bagaikan kita masih
memiliki banyak waktu dan semua pemecahan nya. Saya hanyalah seorang anak kecil
dan saya tidak memiliki semua pemecahan nya tetapi saya ingin anda sekalian
menyadari bahwa anda sekalian juga sama seperti saya!
Anda tidak tahu bagaimana caranya memperbaiki
lubang pada lapisan ozon kita. Anda tidak tahu bagaiman cara mengembalikan
ikan-ikan salmon ke sungai asalnya. Anda tidak tahu bagaimana caranya
mengembalikan binatang-binatang yang telah punah. Dan anda tidak dapat
mengembalikan Hutan-Hutan seperti sediakala di tempatnya yang sekarang hanya
berupa padang pasir.. Jika anda tidak tahu bagaima cara memperbaikinya. TOLONG
BERHENTI MERUSAKNYA!!!!!!Disini anda adalah deligasi negara-negara anda.
Pengusaha, Anggota perhimpunan, wartawan atau politisi - tetapi sebenernya anda
adalah ayah dan ibu, saudara laki" dan saudara perempuan, paman dan bibi -
dan anda semua adalah anak dari seseorang. Saya hanyalah seorang anak kecil,
namun saya tahu bahwa kita semua adalah bagian dari sebuah keluarga besar, yang
beranggotakan lebih dari 5 milyar, terdiri dari 30 juta rumpun dan kita semua
berbagi udara, air dan tanah di planet yang sama - perbatasan dan pemerintahan
tidak akan mengubah hal tersebut. Saya Hanyalah seorang anak kecil namun begitu
saya tahu bahwa kita semua menghadapi permasalahan yang sama dan kita
seharusnya bersatu untuk tujuan yang sama. Walaupun marah, namun saya tidak
buta, dan walaupun takut, saya tidak ragu untuk memberitahukan dunia apa yang
saya rasakan.
Di Negara saya, kami sangat banyak melakukan
penyia-nyiaan, kami membeli sesuatu dan kemudian membuang nya, beli dan
kemudian buang. walaupun begitu tetap saja negara" di utara tidak akan
berbagi dengan mereka yang memerlukan. Bahkan ketika kita memiliki lebih dari
cukup, kita merasa takut untuk kehilangan sebagian kekayaan kita, kita takut
untuk berbagi. Di Kanada kami memiliki kehidupan yang nyaman, dengan sandang,
pangan dan papan yang berkecukupan - kami memiliki jam tangan, sepeda, komputer
dan perlengkapan televisi. Dua
hari yang lalu di Brazil sini, kami terkejut ketika kami menghabiskan waktu
dengan anak" yang hidup di jalanan. Dan salah satu anak tersebut
memberitahukan kepada kami: " Aku berharap aku kaya , dan jika Aku kaya,
Aku akan memberikan anak" jalanan makanan, pakaian dan obat-obatan, tempat
tinggal . dan Cinta dan Kasih sayang " . Jika seorang anak yang berada
dijalanan yang tidak memiliki apapun, bersedia untuk berbagi, mengapa kita yang
memiliki segalanya masih begitu serakah? Saya tidak dapat berhenti memikirkan
bahwa anak" tersebut berusia sama dengan saya , bahwa tempat kelahiran
anda dapat membuat perbedaan yang begitu besar. bahwa saya bisa saja menjadi
salah satu dari anak" yang hidup di Favellas di Rio; saya bisa saja
menjadi anak yang kelaparan di Somalia ; seorang korban perang timur tengah
atau pengemis di India. Saya hanyalah
Seorang anak kecil namun saya tahu bahwa jika semua Uang yang dihabiskan untuk
perang dipakai untuk mengurangi tingkat kemisikinan dan menemukan jawaban
terhadap permasalahan alam, betapa indah jadinya dunia ini.
Di sekolah, bahkan di taman kanak-kanak anda
mengajarkan kami untuk berbuat baik. Anda mengajarkan pada kami untuk tidak
berkelahi dengan orang lain. Mencari jalan keluar, membereskan kekacauan yang kita
timbulkan. Tidak menyakiti makhluk hidup lain, Berbagi dan tidak tamak. Lalu
mengapa anda kemudian melakukan hal yang anda ajarakan pada kami supaya tidak
boleh dilakukan tersebut?
Jangan lupakan mengapa anda menghadiri Konfrensi
ini. mengapa anda melakukan hal ini - kami adalah anak" anda semua , Anda
sekalianlah yang memutuskan dunia seperti apa yang akan kami tinggali. Orang
tua seharus nya dapat memberikan kenyamanan pada anak" mereka dengan
mengatakan " Semuanya akan baik-baik saja ". 'kami melakukan yang
terbaik yang dapat kami lakukan' dan ' ini bukanlah akhir dari segalanya'
Tetapi saya tidak merasa bahwa anda dapat mengatakan hal tersebut kepada kami
lagi. Apakah kami bahkan ada dalam daftar prioritas anda semua?
Ayah saya selalu berkata ' kamu akan selalu
dikenang karena perbuatan mu bukan oleh kata" mu ' Jadi, apa yang anda
lakukan membuat saya menangis pada malam hari. kalian orang dewasa berkata
bahwa kalian menyayangi kami. Saya menantang A N D A , cobalah untuk mewujudkan
kata" tersebut. Sekian dan terima kasih atas perhatian nya.
Servern Cullis-Suzuki telah membungkam 1 ruang
sidang Konfrensi PBB, membungkam seluruh Orang" penting dari seluruh dunia
hanya dengan pidatonya, setelah pidato nya selesai serempak seluruh Orang yang
hadir diruang pidato tersebut berdiri dan memberikan tepuk tangan yang meriah
kepada anak berusia 12 tahun. dan setelah itu ketua PBB mengatakan dalam pidato
nya." Hari
ini Saya merasa sangatlah Malu terhadap Diri saya sendiri karena saya baru saja
disadarkan betapa pentingnya lingkungan dan isi nya disekitar kita oleh Anak
yang hanya berusia 12 tahun yang maju berdiri di mimbar ini tanpa selembar pun
Naskah untuk berpidato, sedang kan saya maju membawa berlembar naskah yang
telah dibuat oleh assisten saya kemarin. Saya ... oh tidak, kita semua
dikalahkan oleh anak yang berusia 12 tahun (sumber The Collage Foundation)
Severn jelas udah
nyadarin kita semua bahwa ‘okelah’ disini kita hidup punya kepentingan
masing-masing tapi kita semua berada pada pijakan kaki yang sama ‘BUMI’, dan
masa depan bumi itu bukan lantas menjadi tanggung jawab pecinta alam, bukan
menjadi tanggung jawab green peace, ataupun PBB tapi bumi itu menjadi tanggung jawab
kita bersama. Terlepas dari kontroversi tentang isu pemanasan global yang
menjadi perdebatan dengan kemunculan film inconventient
truth, bagi saya pribadi untuk melihara bumi ngga harus nunggu bumi itu
rusak duluan. Kalaupun perubahan yang terjadi di bumi ini tidak sehebat apa
yang digambarkan oleh inconventient truth,
tapi yang jelas bumi ini udah berubah. Gila! Pencemaran aja udah mewabah
kemana-mana, apa kabar kalo kita terus cuek dengan keadaan ini.
Untuk dapat mencintai
dan merawat bumi kita ga harus menjadi bagian dari aktivis lingkungan atau pecinta
alam dan hal inilah yang aku yakin sedang digerakan oleh teman-teman yang care
dengan masa depan bumi ini. Bahwa kita punya tanggung jawab yang sama besar
untuk masa depan bumi ini. Apa yang dilakukan oleh Uda terhadap anak-anak, aku
pribadi ngelihatnya ini salah satu contoh bukti nyata dukungan yang dia pake
terhadap isu global warming dan kepedulian dia terhadap lingkungan. Bukan tidak
mungkin salah satu dari anak-anak itu akan menjadi seorang Severn, I hope So.
Kata Pandji (presenter kena dehh.. :P) Perubahan itu berasal dari satu orang
pemuda berani mengubah, bangsa ini tidak membutuhkan orang-orang yang hanya
menuntut perubahan tapi bangsa ini butuh sosok yang berani membuat perubahan. Disini
Uda dan teman-temanya berhasil melakukan tugasnya. Mereka memberikan kontribusi
nyata tanpa banyak bicara.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar