Laman

Rabu, 13 Juni 2012

Kita semua adalah Pahlawan


Satu hal yang begitu aku nikmati dari hidup ini adalah ketika aku menghabiskan waktu dengan ngedengerin kisah teman-teman yang sebagian besar dari mereka datang dari latar belakang yang berbeda denganku. Bagi sebagian orang mungkin ini akan terasa sedikit konyol, wasting time mungkin. Tapi bagi saya pribadi dengan ngedengerin cerita-cerita orang justru akan ngebuat aku merasa hidup lebih lama. Why?



Aku selalu yakin bahwa Tuhan selalu punya rencana dalam setiap apa yang Dia berikan pada umatnya. Dan dari setiap pengalaman-pengalaman itulah aku dapati pelajaran hidup yang mungkin Tuhan ngga kasih ke aku secara langsung. Hidup itu singkat dan tidak mungkin kita dapat merasakan semua pengalaman hidup yang Tuhan berikan pada umatnya. Tapi Tuhan tidak pernah membatasi umatnya untuk belajar tentang semua pengalaman hidup itu dan itulah fungsinya berbagi. Saat berbagi itulah akan terasa bahwa hidup ini terlampau singkat jika hanya kita habiskan dengan terkotak pada lingkungan pijakan kaki kita.
Dan hari ini mendadak aku keinget sama Uda, mungkin karena 5 Juni kemaren bertepatan dengan hari lingkungan hidup ‘moment yang ngebawa aku teringat akan sosoknya’. Dia anak pecinta alam yang secara chasing  ni bocah keliatan urakan dan masa bodo. Tapi totally anaknya enakan kok, easy going dan apa adanya. Kalo lagi ngobrol, dia akan banyak ngedongeng tentang dunianya, dunia pecinta alam. Climbing, Caving, Rafting dan semua kisah menarik lainya yang tidak terjamah olehku, aku dapati dari dia. Secara pribadi aku ngeliat kegiatan pecinta alam mungkin tidak banyak berbicara mengenai masalah ‘isu-isu panas’ di negeri ini, berbeda dengan beberapa organisasi yang aku kenal sebelumnya karena emang concern mereka bukan ke arah sana. Yaa.. setiap organisasi itu punya tujuan masing-masing dan merekapun akan bergerak dengan caranya masing-masing. Tapi satu hal yang menarik dari seorang Uda yang mungkin merepresentasikan dari organisasi pecinta alamnya adalah tentang pikiranya yang begitu sederhana namun bagi saya sangat solutif dan realistis. Jadi ceritanya dia ngebuat wall climbing di halaman rumahnya dan itu bisa dinikmatin sama anak-anak di lingkungan rumahnya semau mereka yang emang tertarik (asal ga dilemparin pake lumpur aja :P ) dan Uda bakal ngajarin mereka tentang wall climbing itu. Selain itu dia juga banyak masang foto-foto dia pas lagi ngelayab sama tas carriernya, what the hell is it? Mau pamer ceritanya?! Awalnya aku sendiri mikir konyol juga ni bocah (kebayang kaya apa narsisnya tu foto-foto =.=’). Tapi ternyata itu emang cara dia ngenalin dunia dia ke anak-anak di sekitar lingkungan rumahnya, bahwa Indonesia itu luas dan sebuah kebanggaan tersendiri ketika kalian bisa merasakan pesona Indonesia yang banyak tersembunyi di pelosok negeri ini dengan pijakan kaki kalian sendiri. Beberapa dari kita mungkin mikir bahwa apa yang mereka lakukan hanyalah sebuah hobby yang dapat mereka nikmati sendiri tanpa kasih kontribusi apapun. Dan belakangan aku baru nyadar bahwa kecintaan mereka terhadap lingkungan ngebuat mereka sangat concern terhadap masalah lingkungan hidup dan itulah apa yang menjadi tujuan mereka, alasan dari keberadaan mereka.  Aku banyak ngedenger tentang kegiatan konservasi lingkungan hidup yang mereka lakukan, satu hal yang mungkin menjadi tidak penting bagi kita.

Kita begitu sibuk dengan kepentingan kita masing-masing dan ngelupain apa yang menjadi pijakan kaki kita saat ini ‘masa depan bumi’. Sayangnya, kita semakin tidak menyadari kondisi ini. Mana pernah kita mikirin, pemborosan kantong kresek yang kita pake tiap harinya bakal kasih efek ga baik ke bumi atau kita cuek aja dengan aliran-aliran listrik yang kebuang percuma tiap harinya di rumah. Belom lagi masalah pencemaran lingkungan. Apa yang dilakukan Uda itu bagi aku sederhana, elegan tapi Solutif. Bisa jadi ini akan menjadi butterfly effect. Dia cintai dunianya dan dia mencoba berbagi dengan anak-anak tentang dunianya, dia mengenalkan dan lalu membuat mereka semua jatuh cinta pada dunianya. Aku rasa ini hal yang positif karena jika seseorang sudah mencintai, aku yakin merekapun akan melindungi apa yang mereka cintai itu. Sama seperti yang banyak dilakukan oleh teman-teman pecinta alam saat ini. Konservasi lingkungan yang banyak dilakukan oleh aktivis lingkungan dan pecinta alam adalah satu bukti nyata pergerakan mereka, mereka melakukanya dari nurani mereka karena emang mereka cinta dan peduli dengan masa depan bumi ini.
 Uda mengingatkanku dengan kisah seorang anak bernama Severn Suzuki yang pernah berhasil membungkam sidang PBB.

Cerita ini berbicara mengenai seorang anak yg bernama Severn Suzuki seorang anak yg pada usia 9 tahun telah mendirikan Enviromental Children's Organization (ECO). ECO sendiri adalah Sebuah kelompok kecil anak" yg mendedikasikan diri Untuk belajar dan mengajarkan pada anak" lain mengenai masalah" lingkungan.  Halo, nama Saya Severn Suzuki, berbicara mewakili E.C.O - Enviromental Children Organization. Kami Adalah Kelompok dari kanada yg terdiri dari anak" berusia 12 dan 13 tahun. Yang mencoba membuat Perbedaan: Vanessa Suttie, Morga, Geister, Michelle Quiq dan saya sendiri. Kami menggalang dana untuk bisa datang kesini sejauh 6000 mil. Untuk memberitahukan pada anda sekalian orang dewasa bahwa anda harus mengubah cara anda, Hari ini Disini juga. Saya tidak memiliki agenda tersembunyi. Saya menginginkan masa depan bagi diri saya saja. 

Kehilangan masa depan tidaklah sama seperti kalah dalam pemilihan umum atau rugi dalam pasar saham. Saya berada disini untuk berbicara bagi semua generasi yg akan datang. Saya berada disini mewakili anak" yg kelaparan di seluruh dunia yang tangisannya tidak lagi terdengar. Saya berada disini untuk berbicara bagi binatang" yang sekarat yang tidak terhitung jumlahnya diseluruh planet ini karena kehilangan habitat nya. kami tidak boleh tidak di dengar. Saya merasa takut untuk berada dibawah sinar matahari karena berlubang nya lapisan OZON. Saya merasa takut untuk bernafas karena saya tidak tahu ada bahan kimia apa yg dibawa oleh udara. Saya sering memancing di di Vancouver bersama ayah saya hingga beberapa tahun yang lalu kami menemukan bahwa ikan"nya penuh dengan kanker. Dan sekarang kami mendengar bahwa binatang" dan tumbuhan satu persatu mengalami kepunahan tiap harinya - hilang selamanya.

Dalam hidup saya, saya memiliki mimpi untuk melihat kumpulan besar binatang" liar, hutan rimba dan hutan tropis yang penuh dengan burung dan kupu". tetapi sekarang saya tidak tahu apakah hal" tersebut bahkan masih ada untuk dilihat oleh anak saya nantinya. Apakah anda sekalian harus khawatir terhadap masalah" kecil ini ketika anda sekalian masih berusia sama serperti saya sekarang? Semua ini terjadi di hadapan kita dan walaupun begitu kita masih tetap bersikap bagaikan kita masih memiliki banyak waktu dan semua pemecahan nya. Saya hanyalah seorang anak kecil dan saya tidak memiliki semua pemecahan nya tetapi saya ingin anda sekalian menyadari bahwa anda sekalian juga sama seperti saya!

Anda tidak tahu bagaimana caranya memperbaiki lubang pada lapisan ozon kita. Anda tidak tahu bagaiman cara mengembalikan ikan-ikan salmon ke sungai asalnya. Anda tidak tahu bagaimana caranya mengembalikan binatang-binatang yang telah punah. Dan anda tidak dapat mengembalikan Hutan-Hutan seperti sediakala di tempatnya yang sekarang hanya berupa padang pasir.. Jika anda tidak tahu bagaima cara memperbaikinya. TOLONG BERHENTI MERUSAKNYA!!!!!!Disini anda adalah deligasi negara-negara anda. Pengusaha, Anggota perhimpunan, wartawan atau politisi - tetapi sebenernya anda adalah ayah dan ibu, saudara laki" dan saudara perempuan, paman dan bibi - dan anda semua adalah anak dari seseorang. Saya hanyalah seorang anak kecil, namun saya tahu bahwa kita semua adalah bagian dari sebuah keluarga besar, yang beranggotakan lebih dari 5 milyar, terdiri dari 30 juta rumpun dan kita semua berbagi udara, air dan tanah di planet yang sama - perbatasan dan pemerintahan tidak akan mengubah hal tersebut. Saya Hanyalah seorang anak kecil namun begitu saya tahu bahwa kita semua menghadapi permasalahan yang sama dan kita seharusnya bersatu untuk tujuan yang sama. Walaupun marah, namun saya tidak buta, dan walaupun takut, saya tidak ragu untuk memberitahukan dunia apa yang saya rasakan.

Di Negara saya, kami sangat banyak melakukan penyia-nyiaan, kami membeli sesuatu dan kemudian membuang nya, beli dan kemudian buang. walaupun begitu tetap saja negara" di utara tidak akan berbagi dengan mereka yang memerlukan. Bahkan ketika kita memiliki lebih dari cukup, kita merasa takut untuk kehilangan sebagian kekayaan kita, kita takut untuk berbagi. Di Kanada kami memiliki kehidupan yang nyaman, dengan sandang, pangan dan papan yang berkecukupan - kami memiliki jam tangan, sepeda, komputer dan perlengkapan televisi. Dua hari yang lalu di Brazil sini, kami terkejut ketika kami menghabiskan waktu dengan anak" yang hidup di jalanan. Dan salah satu anak tersebut memberitahukan kepada kami: " Aku berharap aku kaya , dan jika Aku kaya, Aku akan memberikan anak" jalanan makanan, pakaian dan obat-obatan, tempat tinggal . dan Cinta dan Kasih sayang " . Jika seorang anak yang berada dijalanan yang tidak memiliki apapun, bersedia untuk berbagi, mengapa kita yang memiliki segalanya masih begitu serakah? Saya tidak dapat berhenti memikirkan bahwa anak" tersebut berusia sama dengan saya , bahwa tempat kelahiran anda dapat membuat perbedaan yang begitu besar. bahwa saya bisa saja menjadi salah satu dari anak" yang hidup di Favellas di Rio; saya bisa saja menjadi anak yang kelaparan di Somalia ; seorang korban perang timur tengah atau pengemis di India. Saya hanyalah Seorang anak kecil namun saya tahu bahwa jika semua Uang yang dihabiskan untuk perang dipakai untuk mengurangi tingkat kemisikinan dan menemukan jawaban terhadap permasalahan alam, betapa indah jadinya dunia ini.

Di sekolah, bahkan di taman kanak-kanak anda mengajarkan kami untuk berbuat baik. Anda mengajarkan pada kami untuk tidak berkelahi dengan orang lain. Mencari jalan keluar, membereskan kekacauan yang kita timbulkan. Tidak menyakiti makhluk hidup lain, Berbagi dan tidak tamak. Lalu mengapa anda kemudian melakukan hal yang anda ajarakan pada kami supaya tidak boleh dilakukan tersebut?  Jangan lupakan mengapa anda menghadiri Konfrensi ini. mengapa anda melakukan hal ini - kami adalah anak" anda semua , Anda sekalianlah yang memutuskan dunia seperti apa yang akan kami tinggali. Orang tua seharus nya dapat memberikan kenyamanan pada anak" mereka dengan mengatakan " Semuanya akan baik-baik saja ". 'kami melakukan yang terbaik yang dapat kami lakukan' dan ' ini bukanlah akhir dari segalanya' Tetapi saya tidak merasa bahwa anda dapat mengatakan hal tersebut kepada kami lagi. Apakah kami bahkan ada dalam daftar prioritas anda semua?

Ayah saya selalu berkata ' kamu akan selalu dikenang karena perbuatan mu bukan oleh kata" mu ' Jadi, apa yang anda lakukan membuat saya menangis pada malam hari. kalian orang dewasa berkata bahwa kalian menyayangi kami. Saya menantang A N D A , cobalah untuk mewujudkan kata" tersebut. Sekian dan terima kasih atas perhatian nya. 

Servern Cullis-Suzuki telah membungkam 1 ruang sidang Konfrensi PBB, membungkam seluruh Orang" penting dari seluruh dunia hanya dengan pidatonya, setelah pidato nya selesai serempak seluruh Orang yang hadir diruang pidato tersebut berdiri dan memberikan tepuk tangan yang meriah kepada anak berusia 12 tahun. dan setelah itu ketua PBB mengatakan dalam pidato nya." Hari ini Saya merasa sangatlah Malu terhadap Diri saya sendiri karena saya baru saja disadarkan betapa pentingnya lingkungan dan isi nya disekitar kita oleh Anak yang hanya berusia 12 tahun yang maju berdiri di mimbar ini tanpa selembar pun Naskah untuk berpidato, sedang kan saya maju membawa berlembar naskah yang telah dibuat oleh assisten saya kemarin. Saya ... oh tidak, kita semua dikalahkan oleh anak yang berusia 12 tahun (sumber The Collage Foundation) 

Severn jelas udah nyadarin kita semua bahwa ‘okelah’ disini kita hidup punya kepentingan masing-masing tapi kita semua berada pada pijakan kaki yang sama ‘BUMI’, dan masa depan bumi itu bukan lantas menjadi tanggung jawab pecinta alam, bukan menjadi tanggung jawab green peace, ataupun PBB tapi bumi itu menjadi tanggung jawab kita bersama. Terlepas dari kontroversi tentang isu pemanasan global yang menjadi perdebatan dengan kemunculan film inconventient truth, bagi saya pribadi untuk melihara bumi ngga harus nunggu bumi itu rusak duluan. Kalaupun perubahan yang terjadi di bumi ini tidak sehebat apa yang digambarkan oleh inconventient truth, tapi yang jelas bumi ini udah berubah. Gila! Pencemaran aja udah mewabah kemana-mana, apa kabar kalo kita terus cuek dengan keadaan ini.
Untuk dapat mencintai dan merawat bumi kita ga harus menjadi bagian dari aktivis lingkungan atau pecinta alam dan hal inilah yang aku yakin sedang digerakan oleh teman-teman yang care dengan masa depan bumi ini. Bahwa kita punya tanggung jawab yang sama besar untuk masa depan bumi ini. Apa yang dilakukan oleh Uda terhadap anak-anak, aku pribadi ngelihatnya ini salah satu contoh bukti nyata dukungan yang dia pake terhadap isu global warming dan kepedulian dia terhadap lingkungan. Bukan tidak mungkin salah satu dari anak-anak itu akan menjadi seorang Severn, I hope So. Kata Pandji (presenter kena dehh.. :P) Perubahan itu berasal dari satu orang pemuda berani mengubah, bangsa ini tidak membutuhkan orang-orang yang hanya menuntut perubahan tapi bangsa ini butuh sosok yang berani membuat perubahan. Disini Uda dan teman-temanya berhasil melakukan tugasnya. Mereka memberikan kontribusi nyata tanpa banyak bicara.

" There's a hero inside everyone of us, we can save the world together"














Tidak ada komentar:

Posting Komentar